Barang Impor Bermasalah? Kenali Pihak yang Harus Dihubungi
Salah satu kebingungan yang paling sering dialami importir pemula adalah menentukan siapa yang harus dihubungi ketika pesanan bermasalah. Semua keluhan akhirnya disampaikan kepada satu pihak, padahal penyebabnya bisa terjadi di tempat yang berbeda.
Seller menangani ketersediaan dan kesesuaian produk. Kurir lokal membawa paket menuju gudang China. Gudang mencatat barang yang masuk. Forwarder mengoordinasikan pengiriman antarnegara. Sementara itu, proses kepabeanan berada dalam pengawasan instansi pemerintah.
Dengan mengenali sumber kendala, importir dapat menyampaikan laporan kepada pihak yang tepat dan menghindari percakapan berulang tanpa hasil.
Produk Belum Dikirim oleh Seller
Jika seller belum memberikan nomor resi, langkah pertama adalah meminta kepastian kepada seller. Tanyakan apakah produk tersedia, masih diproduksi, atau sedang menunggu varian tertentu.
Informasi yang perlu diminta meliputi:
-
tanggal barang siap;
-
perkiraan tanggal pengiriman;
-
jumlah kardus;
-
metode packing;
-
foto paket sebelum dikirim jika diperlukan.
Gudang China belum dapat melakukan pengecekan apabila barang memang belum diserahkan oleh seller kepada kurir.
Dana Sudah Diteruskan, tetapi Pesanan Belum Diproses
Untuk kendala transaksi, siapkan nomor pesanan, nama penerima dana, nominal, dan waktu transaksi. Data tersebut kemudian dikonfirmasikan kepada penyedia layanan transaksi atau pihak yang menangani penerusan dana.
Jika bukti transaksi menunjukkan dana telah diterima, importir dapat mengirimkannya kepada seller agar seller memeriksa mutasi atau status pesanan. Hindari hanya mengirim pesan “belum masuk” tanpa menyertakan data karena penelusuran akan menjadi lebih lama.
Resi Aktif, tetapi Paket Belum Masuk Gudang
Pada kondisi ini, ada dua pihak yang perlu diperiksa: seller dan ekspedisi lokal China. Pastikan nomor resi benar dan alamat tujuan sesuai instruksi.
Jika status kurir menyebutkan paket sudah diterima, kirimkan nomor resi dan bukti penerimaan kepada gudang. Paket terkadang sulit dikenali karena tidak memiliki marking, tulisan marking tidak lengkap, atau label tertutup oleh kemasan tambahan.
Karena itu, setiap kardus sebaiknya diberi marking yang sama dan mudah dibaca. Bila satu seller mengirim empat kardus, marking perlu ditulis pada keempat kardus, bukan hanya pada satu kemasan.
Jumlah Koli yang Diterima Tidak Sesuai
Selisih jumlah kardus perlu ditelusuri menggunakan bukti dari beberapa tahap. Mintalah seller menginformasikan total koli dan seluruh nomor resi. Setelah itu, cocokkan dengan catatan penerimaan gudang.
Kemungkinan yang dapat terjadi antara lain:
-
seller mengirim secara terpisah;
-
sebagian paket masih dalam perjalanan;
-
terdapat lebih dari satu nomor resi;
-
kardus datang tanpa marking;
-
kurir mengantar sebagian terlebih dahulu.
Jangan langsung menyimpulkan ada kehilangan sebelum data pengiriman dan penerimaan dibandingkan.
Barang yang Datang Tidak Sesuai Pesanan
Jika warna, ukuran, model, atau jumlah produk di dalam kemasan berbeda, seller menjadi pihak utama yang perlu dikonfirmasi. Importir harus menyiapkan video pembukaan paket, foto label, foto isi, serta rincian kekurangannya.
Gudang transit tidak otomatis bertanggung jawab atas kesalahan isi apabila layanan yang digunakan hanya mencatat paket masuk dan tidak mencakup pemeriksaan detail produk.
Untuk barang custom atau bernilai tinggi, pemeriksaan sebelum pengiriman internasional patut dipertimbangkan. Biaya pemeriksaan bisa lebih kecil dibandingkan risiko mengirim barang yang salah hingga ke Indonesia.
Barang Belum Mendapat Jadwal Keberangkatan
Barang yang sudah masuk gudang belum tentu langsung berangkat. Paket biasanya menunggu proses pencatatan, konsolidasi, jadwal stuffing, ketersediaan ruang, atau jadwal penerbangan.
Pihak yang mengoordinasikan pengiriman dapat memberikan informasi mengenai kesiapan barang dan perkiraan keberangkatan. Namun, jadwal tetap dapat berubah karena cuaca, kepadatan terminal, perubahan kapasitas, atau kondisi operasional.
Barang Mengalami Pemeriksaan Kepabeanan
Apabila barang masuk pemeriksaan, importir perlu berkoordinasi dengan forwarder atau PPJK yang menangani dokumennya. Mereka dapat menjelaskan data apa yang perlu dilengkapi dan status proses yang sedang berjalan.
Bea Cukai memiliki kewenangan untuk memeriksa dokumen dan fisik barang. Karena itu, pihak layanan tidak dapat menjanjikan bahwa semua kiriman pasti bebas pemeriksaan atau selesai pada tanggal tertentu.
Sebelum membeli, sebaiknya kategori barang sudah diperiksa. Produk yang memerlukan izin tidak seharusnya dipesan terlebih dahulu baru ditanyakan ketika tiba di pelabuhan.
Barang Sudah Keluar, tetapi Belum Tiba
Jika proses kepabeanan telah selesai dan barang sudah diserahkan untuk pengiriman domestik, pengecekan diarahkan kepada trucking, kurir, atau pihak pengiriman akhir. Mintalah nomor pengiriman, jadwal keberangkatan, dan kontak penerima di lokasi tujuan.
Untuk barang besar, keterlambatan dapat terjadi karena penyesuaian kendaraan, rute, atau jadwal bongkar. Pastikan alamat dan nomor penerima aktif agar pengiriman tidak tertunda.
Gunakan Data, Bukan Perkiraan
Laporan kendala yang baik setidaknya memuat:
-
kode pesanan;
-
nama seller;
-
tautan produk;
-
nomor resi;
-
jumlah kardus;
-
marking;
-
kronologi singkat;
-
foto atau video pendukung.
Data tersebut membuat setiap pihak dapat memeriksa bagiannya tanpa harus menanyakan informasi yang sama berulang kali.
Kesimpulan
Tidak semua masalah impor menjadi tanggung jawab satu perusahaan. Pihak yang harus dihubungi bergantung pada lokasi barang dan jenis kendalanya. Seller menangani produk, kurir lokal menangani perjalanan domestik China, gudang menangani penerimaan, forwarder mengoordinasikan pengiriman internasional, dan PPJK membantu proses dokumen kepabeanan.